@Dimas_Aditya_

Tempat di Mana Kamu menjadi salah satu tulisanku.

0 notes &

aku memilih untuk melangkah kedepan, awalnya memang sangat berat, langkah kedua juga begitu. tapi aku yakin, aku bisa.. toh sepertinya kamu juga? apa sudah berjalan lancar?
| REBLOG

1 note &

Tenang, gak perlu kamu paksakan, aku udah biasa mencintai seseorang tanpa balasan. termasuk kamu.
| REBLOG

2 notes &

Merah Putih Terbengkalai

Kain merah putih rapih terlipat

seminggu sudah dibekap lemari tua

di dalam ruang sebuah sekolah

menyimpan derita dan beribu kisah

Kain merah putih membisu diam

masa lalunya telah terjahit lama

jika saja ia bisa lagi bersua

akan banyak cerita tentang darah dan kesucian

Kain merah putih direndam duka

sedih sendirian tanpa dipedulikan

kemana mereka, sang pejuang muda

apa pergi ke medan perang atau melesu di entah berantah

Kain merah putih usang

menyemaikan cerita melalui angin fajar

tepat saat keluar dari tempat penyekapan

dengan malu naik ke puncak, mengibarkan lara

Kain merah putih tak bahagia

dari atas melihat ketiadaan

menelaah raga raga tanpa jiwa

berharap turun agar tak ada lagi hormat yang sia sia

Kain merah putih mengharap cita

berkibar bebas tanpa resah

agar cerita masa lalunya menjadi se-noktah semangat

dan tak lagi terbengkalai

| REBLOG

0 notes &

Kacamata Baru

Kacamata baru

Rasanya mata-mataku seperti kembali segar

Selaiknya musafir padang pasir menemukan oasis.

Rasanya semuanya terlihat lebih jelas

Tidak samar ataupun remang-remang

Namun satu titik yang masih buta

Sangat buram

Kacamata baruku tak mampu menelaah gelap disana

Masa Depan.

| REBLOG

0 notes &

Takut

Takut.

Rasa takut itu datang terlambat

datang ketika raga ini sudah berada di ujung sengsara.

Namun jika bisa, rasanya ingin aku memutar kembali jarum pada jam dinding

Atau membalikan jam pasir

Atau menyembunyikan sang surya

Agar jam matahari menghentikan sementara jalannya waktu

Takut.

Sekarang telah di depan mata

Segelintir masalah akan menjadi hias pada dinding kamar

Ini semua karena diamku

Diamku telah menghasilkan ini semua

Takut.

Aku takut, tuhan.

Tolong

Aku benar benar, takut.

| REBLOG

1 note &

Mungkin ini.

Mungkin ini, caraku peduli terhadapmu.

Memerhatikan kata perkata yang kamu tulis di social media.

Mengagumi tiap hasil karya jepretanmu.

Menunggu kamu sampai kamu benar benar pulang ke rumah.

Mungkin ini, rasanya jatuh cinta sendirian.

| REBLOG
| REBLOG
| REBLOG

68 notes &

Menulis tak harus mengunakan diksi atau metafora yang rumit, tulisan yang baik adalah yang memberi inspirasi untuk orang lain. Sebuah tulisan yang gak cukup dibaca sekali, itu bukan tulisan biasa. Pahami maknanya.
Mari tanamkan menulis sebagai kebutuhan, bukan hanya sekedar minat.  (via penyihirhati)
| REBLOG

136,710 notes &

If you can correctly pronounce every word in this poem, you will be speaking English better than 90% of the native English speakers in the world. After trying the verses, a Frenchman said he'd prefer six months of hard labour to reading six lines aloud. Try them yourself.

crimsun:

Dearest creature in creation,
Study English pronunciation.
I will teach you in my verse
Sounds like corpse, corps, horse, and worse.
I will keep you, Suzy, busy,
Make your head with heat grow dizzy.
Tear in eye, your dress will tear.
So shall I! Oh hear my prayer.
Just compare heart, beard, and…

| REBLOG